Minggu, 25 Oktober 2020

 Informatika Tak Sesuai Ekpektasi Saya

Informatika adalah program studi yang saat ini diminati oleh banyak orang, terlebih lagi di zaman yang serba modern saat ini. Dengan mengambil jurusan informatika diperkuliahan, banyak orang yang berpikiran memiliki prospek kerja yang baik dan mumpuni. Ya memang benar begitu adanya, tapi dalam prosesnya tidak semudah yang terpikirkan. Kaget, mungkin begitu perasaan sebagian besar mahasiswa baru teknik informatika yang nekat memilih jurusan teknik informatika tanpa tahu lebih dalam apa saja yang dipelajari di teknik informatika. Saya salah satunya. Bagaimana tidak, setelah 12 tahun di sekolah kita diajari bahasa yang sangat manusiawi dan mudah dipahami, begitu masuk teknik informatika, kita langsung dituntut untuk memahami bahasa komputer yang kurang manusiawi.

Kalau kamu pernah membayangkan kuliah di teknik informatika itu menyenangkan, semacam edit-edit halaman Friendster (cuma anak 90-an yang kenal situs ini), edit-edit halaman blog, bisa main komputer terus, saya juga sama. Salah satu alasan kenapa banyak sekali mahasiswa baru teknik informatika merasa salah jurusan adalah karena mereka kaget ketika dikenalkan dengan coding (pemrograman). Padahal coding adalah inti dari semua materi yang diajarkan di teknik informatika, selain kemampuan analisa dan mengembangkan pola pikir.

Saya berbincang dengan salah satu mahasiswa yang memang tidak terlalu memiliki basic keahlian tentang informatika, melainkan ketertarikan dirinya terhadap software-software atau aplikasi yang ada di laptopnya pada waktu dirinya duduk di bangku SMP (Sekolah Menengah Pertama). Bahkan saat memasuki pendidikan selanjutnya yaitu SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) jurusan yang diambil ialah Analisis Kesehatan. Sudah terlihat jelas sangat bertolakbelakang sekali dengan dunia informatika.

Sejatinya, ilmu mengenai informatika bukan hanya sekedar paham hardware ataupun software saja. Karena coding adalah point inti dari semua materi yang diajarkan di teknik informatika. Sedihnya lagi, sebagian orang awam menganggap skill utama mahasiswa teknik informatika adalah troubleshooting (memperbaiki laptop error, memperbaiki printer error, dan semacamnya). Padahal di teknik informatika tidak ada materi troubleshooting selain debug (menghilangkan bug dari aplikasi yang sedang dikembangkan).

UTS (19) –nama disamarkan– mahasiswa yang berkuliah di salah satu universitas swasta di Jakarta bercerita bahwa kenapa dirinya bisa tertarik dengan dunia informatika. Dirinya masuk kedalam dunia informatika bukan karena dirinya sendiri melainkan 75% dorongan dari orang tuanya. Setelah memasuki dunia informatika ternyata apa yang diinginkan nya tidak sesuai dengan ekspektasi nya. Saat dua Minggu pertemuan dalam perkuliahan dirinya mengakui tidak kuat dalam memahami materi-materi yang ada di dalam dunia informatika. Karena memang dirinya tidak memiliki basic mengenai informatika melainkan ilmu kesehatan, saat dirinya berada di bangku SMK.

Namun ada hal yang membuat dirinya bangkit atau bertahan di dunia informatika, salah satunya support maupun motivasi dari dosen yang mengampu matakuliah yang diambilnya. Selain itu dia mengatakan, kalau dosen yang mengajarinya itu pasti dari nol dan akhirnya bisa sampai sekarang menjadi orang yang bisa memahami materi-materi yang ada di dunia informatika.

“Dosen itu aja sebenernya juga mulai dari nol, dia sebelum jadi dosen juga dia kan mahasiswa. Kenapa saya gak bertahan, pasti saya bisa dan sudah menanamkan diri dengan niatan pasti bisa, ayo pasti bisa”. Dirinya pun akhirnya bertahan untuk meneruskan pendidikan nya untuk mendalami ilmu informatika. Rasa penasaran ataupun ingin coba-coba adalah bahan bakar utama dalam proses pembelajaran. Apalagi di dunia perkuliahan yang porsi belajarnya lebih banyak di luar jam perkuliahan.

Apa struggle terberat dalam prosesmu hingga menjadi seperti hari ini?

Dalam melakukan suatu hal pasti ada suatu perjuangan di dalam prosesnya, perjuangan yang paling utama membangun niat bahwa saya harus bisa dan tidak berpikiran mundur. Selain itu perjuangan dalam hal ini ialah memahami seluruh materi-materi yang ada dalam ilmu informatika seperti pemrograman, algoritma, struktur data, dan materi-materi lain yang berkaitan langsung dengan ilmu informatika yang harus dipahami.

Prospek kerja di dunia Informatika

Lulusan Teknik Informatika memiliki prospek kerja yang luas dan bervariasi, misalnya sebagai software engineer & developer (pengembang perangkat lunak), analis, konsultan, ahli jaringan, keamanan sistem dan jaringan serta bertanggung jawab mengkoordinasikan pembangunan, pemeliharaan, dan perluasan sistem komputer dalam sebuah organisasi.

Namun karena UTS ini memang pada mulanya memasuki dunia informatika itu tidak tahu apapun mengenai informatika secara mendalam sama sekali, ibarat gelas kosong yang tidak terisi air. Untuk prospek kerja lulusan informatika yang diketahuinya seperti guru TIK (Teknologi Informasi Komputer), sistem digital, dan sistem komputer. Pada awalnya dirinya masuk kedalam dunia Informatika dan memilih universitas swasta yang sangat condong terhadap dunia keguruan ini karena dorongan dari orangtuanya untuk menjadi seorang guru.

“Karena menginginkan orang tua bahagia maka dari itu saya menjalankan keinginan yang orang tua mau, harapan saya semoga bisa terjun ke dunia pendidikan untuk menjadi seorang guru salah satunya guru TIK.”


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  Informatika Tak Sesuai Ekpektasi Saya Informatika adalah program studi yang saat ini diminati oleh banyak orang, terlebih lagi di zaman ya...